RSS

Ceu Popong, Mendadak Kondang Gara-gara Palu Paripurna

05 Oct

Ceu Popong dari Fraksi Partai Golkar menjadi bahan perbincangan di social media setelah memimpin sidang paripurna perdana DPR periode 2014-2019.

Ceu Popong mendadak kondang usai memimpin sidang paripurna pemilihan ketua dan wakil ketua DPR, Kamis 2 Oktober 2014 dini hari. Banyak yang menyanjung, banyak juga yang mengkritik. Tapi tak sedikit juga yang tertawa melihat aksi Ceu Popong memimpin sidang.

Lalu siapakah perempuan bernama lengkap Popong Otje Djundjunan itu? Ceu sendiri merupakan sebutan untuk kakak perempuan. Ia lahir di Bandung, Jawa Barat, pada 30 Desember 1938. Karena lahir, besar, dan lama tinggal di Bandung, tak heran jika Ceu Popong kerap berbicara dalam bahasa Sunda.

Ketika memimpin sidang, beberapa kali Ceu Popong terdengar berkomentar dalam bahasa Sunda, salah satunya saat mencari palu sidang. “Mana paluna, euweuh? (Di mana palunya? tak ada),” katanya.

Lulus dari SMA Negeri 5 Bandung, Ceu Popong kuliah di IKIP Bandung yang kini bernama Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Aktif berpolitik mengantarkan Ceu Popong menjadi anggota DPR pada 1987 dari Partai Golkar. Politisi partai beringin ini sudah lima kali menjadi anggota dewan. Pada periode 2009-2014 dia duduk di Komisi X  Fraksi Golkar.

Tak hanya dia yang aktif berpolitik, suaminya, R. Otje Djundjunan, juga berpolitik. Otje tercatat menjadi walikota Bandung pada 1971-1976.

Selain menjadi politisi, di tanah kelahirannya Ceu Popong juga dikenal sebagai pengusaha. Dia pernah menjadi komisaris Aston Tropicana Hotel dan pembina High School di Rajawali Hospital. Di laman Facebook-nya, Ceu Popong juga menulis pekerjaan sebagai komisaris di PT Indonesia Musik Televisi (IMTV).

Tak melulu berpolitik, ibu 4 anak ini juga aktif di berganisasi baik di bidang sosial, pendidikan, dan budaya. Ibu empat anak ini mengaku sudah aktif berorganisasi sejak duduk di bangku sekolah dasar. Tak heran jika ia sudah mengikuti 62 organisasi. Ceu Popong juga terkenal dengan kiprahnya memperjuangkan emansipasi wanita.

Pada Kamis 17 Maret 2011, Ceu Popong dianugerahi gelar doktor honoris causa oleh UPI atas jasanya dalam menanamkan budaya Sunda dalam kehidupan bermasyarakat.

Baca Selengkapnya di:

http://indonesia-baru.liputan6.com/read/2113513/ceu-popong-mendadak-kondang-gara-gara-palu-paripurna

analisis :

Meskipun ceu Popong merupakan masyarakat sunda asli yaitu berasal dari bandung, jawa barat. dan lama tinggal di daerah tersebut, seharusnya ia dapat menyesuaikan diri dalam rapat sidang pari purna. Dalam artian sebaiknya ia menggunakan bahasa yang baik dan benar, meskipun terkesan lucu dan membuat suasana menjadi lebih fresh ketika ia terdengar menanyakan keberadaan palu dengan bahasa sunda.  Mestinya dalam kegiatan seperti itu ia harus menempatkan diri dalam tata cara berbahasa.

sumber :

http://indonesia-baru.liputan6.com/read/2113513/ceu-popong-mendadak-kondang-gara-gara-palu-paripurna

 
Leave a comment

Posted by on October 5, 2014 in Uncategorized

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: