RSS

REVIEW II

29 Oct

KINERJA PELAYANAN KOPERASI

Oleh :

Dartu

Program Studi Pendidikan Ekonomi Koperasi

FKIP Universitas Muhammadiyah Purworejo

 

Nomor 69 Tahun XX Maret 2007

 

II. Kinerja Koperasi

       Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1995 : 503) Kinerja diartikan (1) sesuatu yang dicapai; (2) presentasi yang diperhtaikan; (3) kemampuan kerja (tentang peralatan).

          Kata Kinerja dalam bahasa Inggris adalah “performance” dengan perwujudan sesuatu yang dihasilkan. As’ad (1991 : 81) memberikan definisi kinerja sebagai hasil yang dicapai seseorang menurut ukuran yang berlaku untuk pekerjaan yang bersangkutan.

          Byars & Rue (1991 : 210) memberikan pengertian kinerja selain berkenaan dengan tingkat pencapaian dari tugas yang menjadi pekerjaan seseorang, juga hal tersebut merefleksikan seberapa baik seseorang teresbut memenuhi syarat-syarat dari suatu pekerjaan.

          Tokoh lain melengkapi penegrtian Kinerja sebagai catatan yang diasilkan dari fungsi suatu pekerjaaan tertentu atau kegiatan selama periode tertentu. Kinerja adalah hasil suatu fungsi pekerjaan atau kegiatan atau perwujudan tertentu dari hasil perpaduan yang sinergis dan terlihat dari produktivitas seseorang dalam melaksanakan tugas dan pekerjaannya (Bernadian & Russel, 1993 : 43).

          Nawawi (1998 : 128) kinerja diistilahkan karya yang berarti hasil pelaksanaan suatu pekerjaan, baik bersifat fisik,/material. Penilaian karya atau kinerja setiap pekerja menyangkut kemampuan yang bersangkutan dalam melaksanakan tugas yang diberikan kepadanya.

          Berdasarkan definisi tentang kinerja diatas performance dapat diartikan sebagai hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang atau sekelompok dalam suatu organisasi, sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing, dalam rangka mencapai tujuan secara legal, tidak melanggar hukum dan sesuai moral mauoun etika.

          Timpe (1992 : 78) menyatakan bahwa performance is another major element in testing competence, that typicalllyrefers to the performance of a role or a set of task.

          Hamzah B Uno (2001), menyebutkan beberapa dimensi kinerja seseorang adalah (1) kualitas kerja (2) kecepatan dan ketepatan kerja (3) Inisiatif daalm kerja (4) kemampuan dalam kerja, dan (5) kemampuan mengkombinasikan pekerjaan. Melalui dimensi dmensi inilah kinerja akan dan mudah di nilai.

          Karyawan sebagai front stage menjembatani pengurus adalah pelaksanaan koperasi dalam memberikan pelayan kepada angggota. Puas atau tidaknya pelayanan yang diteriam anggota koperasi terganttung dari kinerja pelayanan yang diberikan oleh karyawan, karena semakin tinggi tingkat pelayanan karyawan maka semakin tinggi pula tingkat kepuasan anggota.

Kinerja karyawan adalah tingkat prestasi kerja karyawan yang di persyaratkan (Milkovich & bourdreau, 1997 : 105).

Kinerja karyawan adalah keberhasilan seorang karyawan di dalam melaksanakan pekerjaan (Milner, 1998 : 50).

           Kinerja karyawan direfleksikan dalam tugasnya sebagai pekerja untuk menghasilkan produk. Kinerja karyawan terlihat ada kegiatan merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi proses produksi yang intensitasnya dilandasi etos kerja dan disiplin professional karyawan.

          Berkaitan dengan kinerja karyawan koperasi maka kinerja merupakan keterpaduan dari dimensi kinerja diatas yang akan terefleksi sebagai SERVQUAL (kualitas pelayanan) yang diberikan karyawan kepada anggota itu. Adapun lima dimensi penentu SERVQUAL adalah (1) aspek tampilan fisik (tangibles), (2) aspek keterhandalan (reliability), (3) aspek daya tanggap(responsiveness), (4) aspek kemampuan dalam memberikan jaminan (assurance), dan (5) aspek kemampuan memberikan perhatian personal (empathy).

          Zeithaml dan Bitner (1996) menyebutkan 5 dimensi kualitas pelayanan yaitu a) tangibles, atau kondisi nyata perusahaan yang dilihat langsung konsumen, b) Reability, menyangkut kepercayaan konsumen terhadap pada layanan jasa,c) Responsiveness, mengenai respon pelayanan terhadap kebutuhan dan harapan konsumen, d) assurance, jaminan yang didapat konsumen sehubungan dengan pelayanan jasa, e)  Empathy, atau penjiwaan, menyangkut apa yang di rasakan konsumen atas sikap karyawan pada saat berkomunikasi.

          S. pantja Djati dan darmawan ( 2008 : 52 ) menjelaskan persepsi pelanggan terhadap kinerja karyawan di artikan sebagai persepsi subyektif dari pelanggan terhadap kualitas layanan yang di tunjukan karyawan, yang terdiri dari 4 dimensi, yaitu kehandalan, empati, jaminan dan daya tanggap. Walaupun tidak semua unsur dimensi tampilan fisik dapat dipergunakan untuk mengukur kualitas layanan, namun khusus tampilan fisik karyawan dapat digunakan sebagai alat ukur kualitas layanan, sehingga menjadi lima dimensi.

            Pengertian kinerja karyawan di atas menunjukan bahwa kinerja merupakan hasil kerja yang dicapai oleh karyawan (kualitas layanan), dimana hasil kerja tersebut memiliki ukuran atau persyaratan tertentu dan mencakup lima dimensi SERVQUAL.

 

III. Simpulan

             Pemberdayaan dan pengembangan koperasi harus terus dilakukan agar koperasi memiliki daya saing. Untuk itu, di dalam koperasi harus dibangun dengan berjalannya mekanisme menajemen koperasi. Membaikna struktur permodalan, keterikatan anggota terhadap koperasi dengan usaha anggota, seberapa besar layanan koperasi yang dapat dinikmati masyarakat dan ketaatan koperasi sebagai wajib pajak.

 

 

DAFTAR PUSTAKA :

As’ad M. 2001. Psykologi Industri. Yogyakarta : Liberty

Bayu Krisnamurthi. 2002. Membangun Koperasi Berbasis Anggota Dalam Rangka Pengembangan Ekonomi Rakyat. Jurnal Ekonomi Rakyat. Jakarta

Byars & Rue. 1991. Human Resources Managemen. Boston : Irwin.

Bernandian & Russel. 1993. Human Resources Management. Singapore : McGraw-Hill Inc.

IKOPIN. 2008. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Karyawan. Keputusan Menteri Negara Koperasi dan Pengusaha Kecil Menengah Republik Indonesia Nomor : 19/KEP/III/2000 tentang Pedoman Kelembagaan dan Usaha Koperasi.

Hanel. 1985. Toward Adjusted Patterns of Cooperatives in Developing Countries. Bonn.

Milkovich & Boudreau. 1997. Human Resources Managemen. Chicago : Irwin

Miner. 1998. Organizational Behavior : Perfomance and Productivity. New York : Random House Inc.

Nawawi Hadori. 1998. Manajer SDM untuk Bisnis Yang Kompetatif. Yogyakarta : Gajah Mada University Press.

Ria Herdhiana. 2007. Upaya Untuk Mencapai Keberhasilan Berwirausaha di Kopeasi. Jurnal Pendidikan dan Budaya

S. Pantja Djati, 2005 : 48-59; Pengaruh Kinerja Karyawan Terhadap Kepuasan; Jurnal Manajemen & Kewirausahaan; Vol. 7, No. 1, Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Petra

Tulus Tambunan. 2008. Prospek Perkembangan Koperasi di Indonesia ke Depan : Masih Relevankah Koperasi di Dalam Era Modernisasi Ekonomi. Penelitian Dosen Fakultas Ekonomi Trisakti.

Timpe. 1992. The art and Science of Business Managemen Perfomance. New York : Kend Publishing Inc.

Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian.

 

 

 

Nama           : Jessica Odilia Putri

Kelas/Npm   : 2EB09/23212932

 
Leave a comment

Posted by on October 29, 2013 in Uncategorized

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: